/* Font Aksara Jawa: nyk Ngayogyan (© Aprinugroho).
 *
 * `unicode-range` membatasi font ini HANYA untuk karakter Aksara Jawa (U+A980–A9DF)
 * + zero-width joiner. Jadi teks Latin/emoji tetap memakai font aslinya, dan kita
 * cukup menaruh 'Nyk Ngayogyan' di depan font stack tanpa merusak tampilan lain.
 * Efeknya: semua Aksara Jawa (game, modal, hall of fame, admin form) otomatis
 * memakai satu font yang sama.
 */
@font-face {
    font-family: 'Nyk Ngayogyan';
    src: url('/static/fonts/nykngayogyannew.ttf') format('truetype');
    font-weight: 400 700;      /* satu file dipakai untuk regular & bold (tanpa faux-bold berlebihan) */
    font-style: normal;
    font-display: swap;
    unicode-range: U+A980-A9DF, U+200B-200D;
}

/* Default stack: form control tidak mewarisi font, jadi dipasang eksplisit. */
body, input, textarea, select, button {
    font-family: 'Nyk Ngayogyan', ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, sans-serif;
}

/*
 * Metrik font ini tidak biasa: ascent 1.32em, descent 0.88em, dan glyph pasangan/sandhangan
 * bisa turun sampai ~0.89em di bawah baseline dan naik ~1.30em di atasnya.
 * Karena itu line-height HARUS ≥ ~2.2, kalau tidak, baris atas/bawah saling tabrak.
 */
.aksara,
.font-javanese {
    font-family: 'Nyk Ngayogyan', 'Noto Sans Javanese', serif;
    font-weight: 400;
    line-height: 2.2;
    font-variant-ligatures: normal;
    font-kerning: normal;
    text-rendering: optimizeLegibility;
    overflow-wrap: anywhere;
}
